Pengaruh Lamanya Waktu Menjadi Vegetarian Lacto Terhadap Kadar Kolesterol

Sulvani Sukmawati, Zainal Fikri, Yunan Jiwintarum

Abstract


Vegetarian adalah gaya hidup yang tidak boleh mengkonsumsi daging. Salah satunya yaitu vegetarian lacto yang  tidak  boleh  mengonsumsi  daging  namun  tetap  mengonsumsi  susu  dan  olahannya  seperti  keju  dan yougurt.  Tujuan  dari  penelitian  ini  yaitu  untuk  mengetahui  pengaruh  lamanya  waktu  menjadi  vegetarian lacto terhadap kadar kolesterol. Jenis penelitian ini yaitu bersifat penelitian observasional analitik . Sampel yang  digunakan  yaitu  sampel  darah  kapiler  yang  berasal  dari  kelompok  vegetarian  lacto  sebanyak  30 sampel. Metode pemeriksaan  kadar kolesterol  yang digunakan  yaitu POCT (Point Of Care Testing). Data hasil  penelitian  dianalisa  secara  regresi  linear.  Hasil  penelitian  terhadap  30  sampel  vegetarian  lacto menunjukkan  bahwa  90%  responden  memiliki    rata-rata  kadar  kolesterol  yang  rendah  (<  200  mg/dl), sedangkan 10% lainnya menunjukkan kadar yang tinggi (> 200 mg/dl). Diet vegetarian yang dijalani mulai dari 0 - 10 tahun memiliki rerata kadar kolesterol yaitu 118,8 mg/dl, diet vegetarian yang dijalani 11  – 20 tahun  memiliki  rerata  kadar  kolesterol  yaitu  138,6  mg/dl  dan  diet  vegetarian  yang  dijalani  21  –  30  tahun memiliki rerata  kadar kolesterol yaitu 172,7 mg/dl.  Hal tersebut  menunjukkan bahwa adanya peningkatan kadar kolesterol pada kelompok vegetarian lacto dengan semakin lamanya menjalani diet vegetarian lacto. Hasil uji statistik  menunjukkan adanya pengaruh lamanya  waktu  menjadi  vegetarian lacto terhadap kadar kolesterol. Semakin lama menjalani diet vegetarian lacto, maka kadar kolesterol akan semakin meningkat.

Keywords


Kadar Kolestrol; Lamanya Waktu; Vegetarian Lacto

Full Text:

PDF

References


Anggunmeka, L. (2013). Instrument Laboratorium Klinik. (Richard Mengko, Ed.). ITB, Bandung.

Annies. (2015). Kolesterol dan Penyakit Jantung Koroner. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Aulia Dewi dan Galuh. (2012). Obesitas Sentral dan Kadar Koleterol Darah Total. Jurnal Kesehatan

Masyarakat: Kesmas.

Bahri A. (2003). Manfaat Diet Pada Penanggulangan Hiperkolesterolemi. USU Electronic Journal.

Bangun A. (2003). Vegetarian Pola Hidup Sehat Berpantang Daging. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Candra dan Asep. (2012). Cek Kolesterol Tak Perlu Puasa? Diambil 12

Januari2019,darihttp://nasional.kompas.com/read/2019/01/12/100429

De Nino W F et al. (2001). Contribution of Abdominal Adiposity to Age-Related Differences in Insulin

Sensitivity and Plasma Lipids in Health Non Obese Women (Diabetes C).

Dewanti dan Sri. (2010). Buku Pintar Kesehatan Kolesterol, Diabetes Melitus & Asam Urat. Klaten: Kawan

Kita.

Djojodibroto dan Darmanto. (2012). Seluk Beluk Pemeriksaan Kesehatan (General Medical Check Up)

Bagaimana Menyikapi Hasilnya. Jakarta: Pustaka Populer Obor, 2012. PT Gramedia Pustaka Utama.

Emirfan, T. . (2011). Healthy Habits You Must Know. Yogyakarta: Jayalitera.

Fikri, F. (2009). Bahaya Kolesterol. Jogjakarta: Katahati.

Fitnella, V. (2009). Awas Bahaya laten Kolesterol, Azna Books. Yogyakarta: Azna Books.

Furqonita D, S. (2007). Hidup Sehat Dengan Kolesterol Rendah. Jakarta: PT. Elex Media Kompotindo.

Gandhi P, Agrawal N, Sharma S. (2014). A study of vegetarian diet and cholesterol and triglyceride levels.

Worldwide Journals.

Gea Medical. (2017). Multi Monitoring System Autocheck. Jakarta: PT Mega Pratama Medicalindo.

Ginta S, Effendi N, Dini L. (2015). Hubungan Asupan Zat Gizi dengan Trigliserida dan Kadar Glukosa

Darah pada Vegetarian. Indonesia Of Journal Human Nutrition.

Hardjono. (2008). Awas Kolesterol. Yogyakarta: Maximus.

Harry P. (2010). Bebas Kanker Tanpa Daging. Yogyakarta: Jogja Great Publisher.

Leksono G. (2016). Perbandingan Kadar Kolesterol Pada Sampel Langsung Dan Ditunda 5 Jam Metode

CHOD-PAP. Jurusan Analis Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Mampuni Y dan Wulandari A. (2011). Cara Jitu Mengatasi Kolesteol. Yogyakarta: ANDI.

NECP. (2002). Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adult (Adult Treatment

Panel III) (FInal Repo). NIH Publication.

Notoatmodjo S. (2012). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka.

Rahman A. (2016). Perbedaan Kadar Koleterol Total Menggunakan Alat Spektrofotometer dan POCT.

Jurusan Analias Kesehatan Universitas Muhammadiyah.

Rifdah S. (2012). Pahami Waspadai Cegah dan Musnahkan Kolesterol. Klaten: Cable Book.

Robert zp. (2010). Memantau Kadar zkolesterol Anda. Jakarta: Arcan.

Rossi A. (2010). 250 Resep Sehat & Sedap Ala Vegetarian. Yogyakarta: BestBook.

Sabate J. (2003). The Contribution Of Vegetarian Diets to Health and Disease. The American Journal Of

Cinical Nutrition: A Paradigm.

Sri. (2008). Care Self Kolesterol. Jakarta: Penebar Plus.

Sutanto. (2010). Cekal (Cegah & Tangkal) Penyakit Modern Hipertensi, Stroke, Jantung, Kolesterol, dan

Diabetes. Yogyakarta.

Waloya T, Rimbawa, Andarwulan N. (2013). Hubungan Antara Konsumsi Pangan dan Aktivitas Fisik

Dengan Kadar Kolesterol Darah Pria dan Wanita Dewasa di Bogor. Jurnal Gizi dan Pangan: Maret 2013.

WHO Press. (2011). Noncommunicable Disease Counttry Profiles Geneva.

Yang SY, Wang LY, Liu CQ. (2011). Relationship of carotid intima-media thickness and duration of

vegetarian diet in Chinese male Vegetarians. Nutrition & Metabolism.

Yenti A. (2009). Vegetarian dan Kolesterol. Diambil 12 Januari 2019, dari

http://wisnuvegetarianorganic.com

Yuliarti N. (2009). The Vegetarian Way Panjang Umur, Sehat & Cerdas. Yogyakarta: ANDI.




DOI: https://doi.org/10.32807/jambs.v4i2.188

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Poltekkes Kemenkes Mataram, Jurusan Analis Kesehatan
Jl. Praburangkasari, Dasan Cermen, Sandubaya, Mataram.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.