Profil differential count pada penderita hepatitis B di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat

Authors

  • aini aini aini Politeknik Medica Farma Husada Mataram
  • Ika Nurfajri Mentari Politeknik Medica Farma Husada Mataram
  • Laelatur Zahrah Politeknik Medica Farma Husada Mataram

DOI:

https://doi.org/10.32807/jambs.v9i1.253

Keywords:

Hepatitis B, differential count, leukosit,

Abstract

Hepatitis B merupakan penyakit sistemik yang menyerang organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B, penyakit ini bersifat menular. Hepatitis masih menjadi masalah kesehatan di dunia terutama di Negara berkembang termasuk Indonesia. Hepatitis B dapat dideteksi dengan pemeriksaan immunokromatografi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan differential count. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil differential count / hitung jenis leukosit pada penderita Hepatitis B. Penelitian ini bersifat Deskriptif Observasional Analitik dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional Analitik. Penelitian dilakukan di RSUD Patut Patuh Patju terhadap 48 sampel pasien hepatitis dengan HBsAg positif. Hasil yang didapat berupa pemeriksaan Differential count untuk jenis leukosit yang normal Basofil 46 orang (95,83%) Eosinofil 12 orang (25%) Neutrofil 19 orang (39,59%) Limposit 9 orang (18,75%) Monosit 35 orang (72,91%). Untuk jenis basofil tidak mengalami penurunan frekuensi 0 (0%), dan yang mengalami penurunan eosinofil 26 orang (54,16 %) neutrofil 1 orang (2,08%) limposit 39 orang (81,25 %) monosit 1 orang (2,08 %) .Jenis leukosit yang mengalami peningkatan basofil 2 orang (4,16%) eosinofil 10 orang (20,83 %) neutrofil 28 (58,33 %) limposit 0 (0%) monosit 12 orang (25 %).

 

References

Anindito G., 2016 gambaran klinis pasien sirosis hepatitis dengan sindroma hepatoseluler pada intalasi rawat inap penyakit dalam Rsud Dr soetomo.32-33

Baratadwijaja, G.K. and Rengginis,I.2018, imunologi dasar, fakultas kedokteran universitas indonesia: Jakarta

Brooks, G. F., Butel, J. S. dan Morse, S. A. (2010) “Mikrobiologi Kedokteran Jawetz, Melnick,

dan Adelberg Edisi 25,†Jakarta: EGC, hal.

–509. doi: 10.1002/ar.a.20307.

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2019. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019 : NTB.

Jalaluddin,S.,2018. Transmisi Vertical Virus Hepatitis B, Skripsi, Fakultas Ilmu kedokteran dan kesehatan, Universitas Islam Negri Alauddin,Makassar

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan : Jakarta.

Kiswari, R. 2014. Hematologi & Transfusi.

Jakarta. Erlangga

Notoadmojo, S., 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Radji,M.,& Biomed.M,2015.Imunologi dan Virologi.PT.ISFI.229-

World Health Organization (2017) Global Hepatitis Report, 2017, World Health Organisation.doi:10.1016/j.poly.2012.11. 010.

Downloads

Published

2022-03-21

How to Cite

aini, aini aini, Mentari, I. N., & Zahrah, L. (2022). Profil differential count pada penderita hepatitis B di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 9(1), 54–59. https://doi.org/10.32807/jambs.v9i1.253

Citation Check