Hiperurisemia dan Cystatin C

Authors

  • Meri Meri STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Indonesia
  • Yane Liswanti

DOI:

https://doi.org/10.32807/jambs.v7i1.161

Keywords:

Hiperurisemia, Cystatin C, Fungs Ginjal

Abstract

Hiperurisemia merupakan keadaan kadar asam meningkat dalam darah. Kadarnya yang meningkat dapat menyebabkan penyakit, salah satunya yaitu adalah gangguan ginjal. Parameter cystatin C dipakai sebagai parameter yang lebih unggul dibanding kreatinin dalam menilai fungsi ginjal. Kondisi ginjal yang sedang hiperurisemia masih belum dapat dijelaskan secara lengkap, dengan demikian dilakukan pemeriksaan cystatin C untuk mengukur fungsi ginjal akibat hiperurisemia. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran cystatin C pada hiperurisemia. Metode penelitian  yaitu deskriptif. Partisipan pada penelitian ini adalah laki-laki berusia 18-65 tahun (25 orang) sesuai kriteria yaitu  hiperurisemia,  berpuasa, tidak obesitas. Hasil penelitian : kadar asam urat (mean)= 8,928 mg/dL dan Cystatin C (mean) =1,08 mg/dL. Kadar asam urat tersebut berada diatas nilai normal (hiperurisemia) karena nilai normalnya adalah 3,4-7,0 mg/dL. Pada kadar tersebut diakukan pemeriksaan cystatin C yang memiliki kadar peningkatan diatas nilai normal. Kesimpulan: gambaran asam urat meningkat memiliki kadar cystatin C yang meningkat.

References

Verdiansah, “Pemeriksaan Fungsi Ginjal,†CDK-237, vol. 43, no. 2, pp. 148–154, 2016.

A. E. Manampiring, “Hiperurisemia dan respons imun,†J. Biomedik, vol. 3, no. 2, pp. 102–110, 2011.

W. C. Prozialeck et al., “Evaluation of cystatin C as an early biomarker of cadmium nephrotoxicity in the rat,†BioMetals, vol. 29, no. 1, pp. 131–146, 2016.

Meri and Y. Liswanti, “Jumlah Neutrofil Absolut , Cystatin-C , dan Hiperurisemia,†Bandung: Sadari, 2019, pp. 1–111.

R. Yaswir and A. Maiyesi, “Tinjauan Pustaka Pemeriksaan Laboratorium Cystatin C Untuk Uji Fungsi Ginjal,†J. Kesehat. Andalas, vol. 1, no. 1, pp. 10–15, 2012.

Siemens, “N Latex cystatin C.†Siemens Healthcare Diagnostics Products GmbH, 2011.

A. Ramadan, W. G. Land, and S. Paczesny, “Editorial: Danger signals triggering immune response and inflammation,†Front. Immunol., vol. 8, no. AUG, pp. 1–3, 2017.

Y. Di, J. Wang, Y. Chen, N. Sun, L. Wu, and X. Dai, “Elevated Interleukin 1 β and Interleukin 6 Levels in the Serum of Children With Hyperuricemia,†vol. 00, no. 00, pp. 1–5, 2017.

C. Ruggiero et al., “Uric acid and inflammatory markers,†pp. 1174–1181, 2006.

R. Liu-bryan et al., “TLR2 Signaling in Chondrocytes Drives Calcium Pyrophosphate Dihydrate and Monosodium Urate Crystal-Induced Nitric Oxide Generation,†J. Immunol., 2019.

M. M. Elahi, Y. X. Kong, and B. M. Matata, “Oxidative stress as a mediator of cardiovascular disease,†no. December, pp. 259–269, 2009.

Downloads

Published

2020-03-16

How to Cite

Meri, M., & Liswanti, Y. (2020). Hiperurisemia dan Cystatin C. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 7(1), 14–18. https://doi.org/10.32807/jambs.v7i1.161

Citation Check