Inventarisasi Bacillus Thuringiensis Dengan Metode Cawan Sebar Pada Habitat Hidup Larva Anopheles Sp Pada Tanaman Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Di Kabupaten Lombok Tengah
DOI:
https://doi.org/10.32807/jambs.v5i2.117Keywords:
Bacillus Thuringiensis, Larva Anopheles Sp,Abstract
Beberapa bahan dapat digunakan untuk menekan larva nyamuk, diantaranya B. thuringiensis yang merupakan mikroba enthopatogenik yang dapat menjadi biolarvasida untuk menekan larva Anopheles sp. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi B.thuringiensis dari habitat hidup larva Anopheles sp pada tanaman Eceng gondok di Kabupaten Lombok Tengah (Desa Batujai). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif observatif dengan analisa data secara deskriftif untuk menentukan terdapat atau tidaknya B. Thuringiensis  setelah diinokulasi pada media.Pertumbuhan bakteri setelah dilakukan preparasi sampel pada suhu 80°C selama 10 menit, diinkubasi pada suhu 30°C selama 24 jam. Kemudian di lakukan identifikasi/pemeriksaan sampel secara makroskopik dan mikroskopik di dapatkan hasil B.thuringiensis terdapat pada sampel larva. Hasil dari identifikasi ini memiliki ciri-ciri yang sama dengan B.thuringiensis yaitu bentuk koloni bulat, pinggiran yang rata, warna koloni putih krim, permukaan koloni datar dan halus serta sifat Gram yaitu basil Gram positif dengan endospora terletak di terminal/subterminal, dengan adanya kristal pada bakteri ini yang menandakan bahwa bakteri B.thuringiensis ini bersifat toksin terhadap larva Anopheles sp. Beedasarkan penelitian yang telah dilakukan inventarisasi Bacillus thuringiensis terdapat pada sampel Larva Anopheles sp pada tanaman Eceng gondok (Eichornia crassipes) di Kabupaten Lombok Tengah. Namun tidak terdapat Bacillus thuringiensis pada sampel tanah.
Â
References
Herlambang, W. 2007.Profil Plasmid Bacillus thuringiensisIsolat Jakarta, Bogor,Depok,Tangerang, dan Bekasi.Skripsi Jurusan Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.
Bernhard, K. danUrtz, R. 1993 Production of Bacillus thuringiensis for Experiment and Commercial Use in Bacillus thuringiensis, an Environmental Biopesticide: Theory and Practice. (Enwistle P.F., Cory J.S., Bailey M.J. & Higgs S. eds.). Bristol: John Walley & Sons.
Martin, P. A. W dan Travers R. S. 1989. Worldwide Abundance and Distribution of Bacillus thuringinesis Isolates. Aplliied and Environental Mikrobiology, Vol. 55, No.10.
Zeigler , D.R. 1999, Bacillus Genetic Stock Center of strains,part 2; Bacillus thuringinesis and Bacillus cereus.The Ohio state Unitversity.Ohio
Joshi, G. P.,L. S. Usman C. P. Pant, M. J. Nelson & Supalin (1977). Ecological studiens on Aopheles sundaicus in The Semarang Area of Central java . Indonesia WHO/VBC/77.677.
Rorong JA, Suryanto E. 2010. Analisis FitokimiaEceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Efeknya sebagai Agen Photoreduksi Fe3+.Chemistry Progress. 3(1): 33ï€41.
Mirawati A. 2007. Perancangan buku bertema pemanfaatan eceng gondok beserta.media,promosinya.[Tesis].Surabaya(ID): PetraChristian University.
Suryadi, B. F., B. Yanuwiadi, T. Ardyati, and Suharjono. 2015. “Evaluation of Entomopathogenic Bacillus thuringinesis Isolated from Lombok Beach Area against Mosquito Larvae.†Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine 6 (2):148–54.
Poopathi, S and Abidha, S 2011.Mosquitocidal bacterial toxins (Bacillus sphaericusand Bacillus thuringiensis serovarisraelensis): Mode ofaction, cytopathologicaleffects and mechanism of resistance. Journal of Physiology and Pathophysiology Vol. 1(3), pp. 22-38
Darnely.,2010.Penggunaan Bacillus thuringiensisi raelensis untuk Memberantas Aedes aegypti. Majalah Kedokteran FK UKI 2010 XXVII No.4.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
The copyright to this article is transferred to Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) if and when the article is accepted for publication.
Â

Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


