Analisis Variasi Infeksi Malaria Terhadap Hasil Pemeriksaan Bilirubin Urine Metode Carik Celup

Intan Mustika Nila, Maruni Wiwin Diarti, Iswari Pauzi

Abstract


Latar Belakang : Malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh spesies Plasmodium. Infeksi Plasmodium dapat mengakibatkan gejala- gejala klinis seperti penyakit kuning, batuk, muntah terus menerus, gangguan saraf dan urine berwarna coklat. Urine berwarna coklat telah dikaitan dengan hemoglobinuria, myoglobinuria, dan bilirubinuria. Tingkat infeksi tinggi maka semakin banyak eritrosit didestruksi yang kemudian akan meningkatkan kadar bilirubin dalam urine penderita malaria. Tujuan : Mengetahui analisis variasi infeksi malaria terhadap hasil pemeriksaan bilirubin urine metode carik celup. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang besifat Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel menggunakan sampel jenuh, teknik pengambilan sampel dengan Non Random Accidental Sampling. Variabel penelitian berupa variasi infeksi malaria, kadar bilirubin urine dan metode carik celup. Data hasil pemeriksaan yang terkumpul menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil : Pada 4 pasien positif terinfeksi Plasmodium falciparum (Malaria Tropika) didapatkan hasil negatif bilirubin urine secara kualitatif maupun semi kuantitatif. Pada 3 pasien positif terinfeksi Plasmodium vivax (Malaria Tertiana) didapatkan hasil negatif bilirubin urine secara kualitatif maupun semi kuantitatif. Sedangkan pada 5 pasien positif Malaria mix menunjukkan hasil bilirubin urine 3 pasien secara kualitatif adalah +1 dengan kadar 1-17 mg/dl secara semi kuantitatif metode carik celup. Kesimpulan : Didapatkan hasil negatif bilirubin urine metode carik celup pada infeksi malaria tropika dan malaria tertiana sedangkan pada infeksi malaria mix didapatkan hasil positif bilirubin urine pada 3 sampel.

Keywords


Bilirubin urine; carik celup; variasi malaria;

Full Text:

PDF

References


Natalia, D. (2014). Peranan trombosit dalam patogenesis malaria, 37, 219–225.

Sudarnika, E., Sudarwanto, M., Saefuddin, A., Cahyaningsih, U., Hadi, U. K., Kusriastuti, R., … Hawley, W. A. (2011). Tingkat Insidensi Malaria di Wilayah Pemanasan Kelambu Berinsektisida Tahan Lama dan Wilayah Kontrol, 12(1), 40–49.

Kemenkes RI. (2017). Buku Saku Penatalaksanaan Kasus Malaria. Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

Tobón-castaño, A. et al. (2017). Urinalysis and Clinical Correlations in Patients with P . vivax or P . falciparum Malaria from Colombia, 2017.

Wilar, R., & Wahani, A. (2013). Hiperbilirubinemia pada neonatus 1.

Donoseputro, M., & Suhadi, B. (2013). Dasar Teori Carik Celup.

Sastroasmoro dan Ismail. (2006). Dasar-Dasar Metodelogi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto.

Soedarto. (2011). Malaria. CV Sagung Seto.

Lapau, buchari. (2012). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Yayasn Pustaka Obor Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.32807/jambs.v5i2.152

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) 2656-2456 Kampus A Poltekkes Kemenkes Mataram, Jurusan Analis Kesehatan, Jl. Praburangkasari Dasan Cermen Sandubaya Mataram.