Pengaruh Konsumsi Air Putih Terhadap Hasil Pemeriksaan Kristal Oksalat Dalam Urin Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Pagesangan

Baiq Dhea, Erna Kristinawati, Fitria Ernawati

Abstract


Kalsium oksalat berupa kristal seperti jarum-jarum tajam yang menanamkan diri dalam jaringan dan dapat menyebabkan sakit luar biasa. Salah satu cara untuk mencegah pembentukan kristal kalsium oksalat yaitu dengan banyak mengkonsumsi air putih. Fungsi utama air di dalam tubuh adalah sebagai pelarut, sehingga air menjadi medium yang mudah dan cocok untuk mengangkut zat gizi ke sel-sel tubuh dan untuk membuang sisa metabolisme. Penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh konsumsi air putih terhadap hasil pemeriksaan Kristal oksalat dalam urin pada pasien rawat jalan di Puskesmas Pagesangan. Penelitian ini merupakan penelitian Pra Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 orang. Sampel urin pada pasien rawat jalan dengan hasil pemeriksaan sedimen urin menunjukkan adanya Kristal oksalat dalam urin. Kemudian responden diberikan air putih sebanyak 2 liter/hari dan harus dikonsumsi selama tujuh hari. Lalu dilakukan pemeriksaan Kristal kalsium oksalat setelah perlakuan. Analisis data untuk mengetahui adanya pengaruh konsumsi air putih terhadap hasil pemeriksaan kristal oksalat dalam urin pada pasien rawat jalan di puskesmas pagesangan digunakan uji statistik menggunakan uji non parametrik Wilcoxon Rank Test. Hasil uji statistic menunjukkan nilai probabilitas 0,000<α= 0,05 artinya ada pengaruh pemberian air putih terhadap hasil pemeriksaan Kristal oksalat dalam urin pada pasien rawat jalan di puskesmas pagesangan. Ada pengaruh pemberian air putih terhadap hasil pemeriksaan Kristal oksalat dalam urin pada pasien rawat jalan di Puskesmas Pagesangan.


Keywords


Air Putih; Kristal Oksalat; Urine;

Full Text:

PDF

References


Briawan, D., Sedayu, T. R., & Ekayanti, I. (2011). Kebiasaan minum dan asupan cairan remaja di perkotaan, Jurnal Gizi Klinik Indonesia (260), 36–41.

Diyani, D. A. 2012. Hubungan Pengetahuan, Aktivitas Fisik dan Faktor Lain Terhadap Konsumsi Air Minum pada Mahasiswa FKM UI Tahun 2012. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Depok.

Fitriani, H. Nurlailah. Rachmina, D. (2016). Kandungan Asam Oksalat Sayur Bayam. Medical Laboratory Technology Journal, 2(2), 51–55.

Lina, N. (2008). Faktor-faktor Resiko Kejadian Batu Saluran Kemih pada Laki-laki. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Prasastia, M. (2013). Pengaruh Jumlah Kebiasaan Minum Air Putih Terhadap Hasil Pemeriksaan Sedimen Urinalisis Pada Masyarakata Pendukuhan Dayakan, Sardonoharjo Ngaglik, Sleman. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma.Yogyakarta

Pratiwi, C.D. & Puspitasari, E. (2019). Identifikasi Sedimen Urine Pada Penduduk Yang Mengkonsumsi Air Sumur Di Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Borneo Jurnal of Medical Laboratory Technology, 1(4), 1-5.

Purnomo, B. B. 2011.Dasar - Dasar Urologi.Edisi: 3. Jakarta: CV. Sagung Seto.

Yunus R & Yuniarty T. (2016). Orang Yang Meminum Air Minum Kemasan Isi Ulang ( Air Galon ) Dan Orang Yang Meminum Air Minum Dari Sumur Gali. Jurnal of Meditory, 4(1), 1-5.




DOI: https://doi.org/10.32807/jambs.v6i1.124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) 2656-2456 Kampus A Poltekkes Kemenkes Mataram, Jurusan Analis Kesehatan, Jl. Praburangkasari Dasan Cermen Sandubaya Mataram.