Kandungan Teh Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L) Dan Toksisitas Akut Pada Tikus Putih Strain Wistar

Authors

  • Pancawati Ariami Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia
  • Jubair Jubair Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32807/jambs.v5i2.115

Keywords:

Amaranthus Tricolor L, Teh Bayam Merah, Toksisitas,

Abstract

Teh dalam kehidupan sehari-hari merupakan minuman ringan sebagai pengantar dalam menikmati hidangan ringan dengan cita rasa yang khas. Bayam merah telah diteliti sebagai antitumor/antikanker, dan dalam bentuk sediaan teh. Penelitian laboratorium yang merupakan penelitian true-experimental dengan desain pretest–posttest disertai kontrol. Kandungan teh bayam merah diidentifikasi dengan metode GC-MS, dan penetapan kadar secara spektrofotometri dan gravimetri. Uji toksisitas akut teh bayam merah disesuaikan dengan Pedoman uji toksisitas nonklinik in vivo dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, nomor 7 tahun 2014, kelompok tikus putih Wistar jantan dan kelompok tikus putih betina yang diberi teh bayam merah dengan dosis 50, 300, 2000, dan 5000 mg/kg BB. Senyawa utama yang dihasilkan dari identifikasi menggunakan GCMS adalah asam palmitat, asam elaidin/asam oleat, phytol, dan asam stearat. Penetapan kadar total phenol ekuivalen asam gallat pada teh bayam merah segar 4,11% b/b dan pada teh yang disimpan turun menjadi 1,78% b/b. Penetapan kadar total flavonoid ekuivalen quercetin pada teh bayam merah segar 0,98 % b/b dan menurun menjadi 0,435% b/b setelah disimpan. Kadar air dan kadar sari larut air pada sediaan teh yang baru 20,47% dan 15,18% b/b sedangkan pada teh yang telah disimpan meningkat menjadi 24,83%  dan 18,41% b/b. Uji toksisitas akut dinyatakan bahwa teh bayam merah tidak toksis.

References

Akhda, Dewi K.N, 2009. Pengaruh dosis dan waktu aplikasi kompos Azolla sp. Terhadap pertumbuhan tanaman Bayam merah (Althemathera amoena Voss) Jurnal Agrivita 7(4): 36-39.

Ariami, P: Adiadnya, IB Punia; Diarti, MW. Potensi Teh Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L) Terhadap Aktivitas Penghambatan Tahap Pembelahan Sel (anti mitosis) Sel Embrio Bulu Babi (Diedema antillarum). JAMBS Volume 2 Nomor 2, September 2015.

Astawan, Made.,2004. Khasiat Makanan Mentah. Jakarta: Gramedia.

Bandini., Y. dan Azis, N. 2004. Bayam. Jakarta: Penerbit Penebar Swadaya.

Batra P.,Sharma AK. 2013. Anti-cancer potential of flavonoids: recent trends and future perpectives. Departement of Biotecnhology, MMEC.

Blagosklonny MV. 2001. Treatment With Inhibitors Of Caspases, That Are Substrates Of Drug Transporters, Selectively Permits Chemotherapy-Induced Apoptosis In Multidrug-Resistant Cell But Protect Normal Cells. Leukemia 15:936-941.

Batra P.,Sharma AK.,2013. Anti-cancer potential of flavonoids: recent trends and future perpectives. Departement of Biotecnhology, MMEC.

Dalimartha, 2004. Deteksi Dini Kanker dan Simplisia Anti Kanker. Jakarta: Penebar Swadaya.

Dalimartha.,2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: PT. Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara.

Di Pietro A, Conseil G, Perez-Victoria JM, Dayan G, Baubichon-Cortaya H, Trompuera D, dkk. Modulation by Flavonoid of cell multidrug resistance mediated by P-glycoprotein and related ABC transporters. Cell Mol Life Sci 59:307-322.

Guyton AC., 1995. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Jakarta: Penerbit buku Kedokteran EGC.

Herani dan M Rahardjo. 2005. Tanaman berkhasiat antioksidan. Jurnal Dinamika Pertanian 19 (3):98-99

Hastak K, Gupta S, Ahmad N, Agarwal MK, Argarwal ML, Mukhtar H.,2003. Role of p53 and NF-kappaB in epigallocatechin-3-gallate induced apoptosis of LNCap cells. Oncogene 22:4851-4859.

Hodek P, Trefil P, Stiborova M.,2002. Flavonoids: potent and versatile biologically active compounds interacting with cyto-chromes P450. Chem Biol Interact 139(1):1-21.

Houghton, J.D; Hendry, G.A.F. (1995). Natural food colorants. Springer. ISBN 978-0-7514-0231-5.Page.53-59 dalam Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Antosianin

Jong WD., 2005. Kanker, Apakah Itu? Pengobatan, Harapan Hidup, dan Dukungan Keluarga. Jakarta: Arcan.

Peraturan Kepala BPOM R I, Nomor 7 Tahun 2014. Pedoman Uji Toksisitas Nonklinik secara invivo.

Katzung B.G.,1989. Farmakologi Dasar Dan Klinik. hal 808. Jakarta: EGC.

Leslie PG., Hiatt JL., Strum JM., 2012. Biologi Sel dan Histologi Edisi Keenam. Jakarta: Binarupa Aksara.

Downloads

Published

2019-07-17

How to Cite

Ariami, P., & Jubair, J. (2019). Kandungan Teh Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L) Dan Toksisitas Akut Pada Tikus Putih Strain Wistar. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 5(2), 114–124. https://doi.org/10.32807/jambs.v5i2.115

Citation Check